Wednesday, September 08, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

Mencipta Budaya Berbahasa Lewat Kultum

Kadangkala, untuk mencipta budaya berbahasa, khususnya bahasa Inggris mengalami banyak kesulitan. Siswa mengalami ketakutan untuk berkomunikasi. Mereka hanya berani kalau di kelas diadakan komunikasi oleh gurunya karena factor pengambilan nilai.

Mengadopsi dari cara-cara atau teknik retorika. Kultum (kuliah tujuh menit) yang diadakan setiap selesai sholat berjamaah memiliki jurus yang manjur. Mencipta budaya berbahasa, khususnya Inggris perlu sedikit dipaksa. Pembiasaan kultum menggunakan bahasa Inggris inilah yang sedikit membantu sekolah dalam memberikan nilai tambah pada siswa untuk berkomunikasi satu arah menggunakan bahasa Inggris.

Dengan tema-tema yang ringan, siswa tidak hanya menyampaikan kultum bebahasa Inggris, tetapi mereka juga harus mengartikan per kalimat sehingga siswa yang pemahaman bahasa Inggrisnya kurang bisa mengerti arti dan makna yang disampaikan oleh narrator di mimbar.

Lebih baik melakukan yang salah daripada tidak melakukan apapun. Kalimat inilah yang menjadi motivasi setiap Pembina kepada siswa untuk berani mencoba. Kalau siswa dilatih untuk melakukan tantangan berbicara, khususnya berbahasa Inggris, siswa akan memiliki keberanian dalam berkomunikasi dalam ruang ringkup yang lebih luas.

Kalau tidak sekarang, kapan lagi kita bisa melatih diri untuk lebih maju.