Menyabet Juara 1 LKG Tingkat Nasional Berkat Film Indie
Untuk meningkatkan proses pembelajaran, metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah harus berwawasan unggul. Artinya, guru sebagai pemegang alur scenario pembelajaran harus mampu memberikan mencerahan terhadap langkah dan proses yang maju. Mereka harus mengedepankan pada metode pembelajaran inovatif, kreatif, dan impresif.
Metode pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan impresif adalah metode yang mampu menggugah rasa dan perasaan siswa dalam mendalami bukan sekedar tataran teori, tetapi lebih pada pemahaman dalam proses aplikasi materi. Siswa yang merasa senang dan mantap ketika menerima ilmu baru asalkan mendapat tawaran yang menggiurkan dari guru. Tetapi kebalikkannya, kalau guru tidak bisa menawarkan metode yang menyenangkan, jangan harap siswa peduli dan berkeinginan untuk mendalamininya.
Materi apresiasi sastra dalam pembelajaran di sekolah dikatagorikan sebagai materi yang kekurangan peminat. Tidak heran dalam benak siswa kalau mau belajar tentang sastra, dalam pikiran mereka hanya menghafal isi sinopsis cerita, nama pengarang, sampai pada sekedar membaca puisi dengan nyaring. Siswa merasa ogah-ogahan dalam pembelajaran.
Kalau mau jujur, sebenarnya fonomena seperti tersebut adalah lahan garap yang ‘menjanjikan’ untuk guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merekayasa dan menciptakan metode atau media yang cocok dan menyenangkan untuk siswa.
Pada bulan Desember 2009, Karya ilmiah Ichwan Arif, S.S., guru SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, dinobatkan sebagai juara 1 dalam Lomba Keberhasilan Guru Tingkat Nasional Tahun 2009 oleh Direktorat Profesi Pendidik, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional.
Lewat karya yang berjudul ”Strategi Pembelajaran dengan Media Film Indie sebagai Upaya meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Apresiasi Sastra bagi Siswa”, Ichwan Arif, S.S. berhasil menyisihkan 16 peserta Se-Indonesia.
Media Film Indie yang digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia, khusus materi tentang apresiasi sastra, memberikan ketertarikan tersendiri bagi siswa. Proses mulai membuat naskah/skenario film, main peran, pengambilan gambar, sampai pada pengeditan film dilakukan sendiri oleh siswa. Pada akhir pembelajaran, diadakan festival Fim Indie sebagai ajang apresiasi.
Pembelajaran dengan media film indie, memberikan motivasi dan memberikan ruang kebebasan pada imajinasi siswa. Siswa berhasil menunjukkan kreativitas dan kemandirian dalam pembelajaran.
Hal ini yang diperlukan sehingga pembelajaran dapat memberikan kontribusi pada pondasi olah hati, olah rasa, olahpikir dapat diberikan kepada siswa.
