Sunday, September 05, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

MENATA KARAKTER LEWAT PROGRAM CHARACTER BUILDING

 Salah satu program sekolah SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dalam menumbuhkan sikap mental yang kuat adalah melalui program Character Building. Program ini dipakai sebagai salah satu media pembentuk karakter siswa. Pembelajaran tersebut diharapkan akan menjadi sebuah kegiatan pembiasaan sehari-hari siswa baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan secara luas. Hal ini menjadi sangat penting karena pembentukan karakter akan memiliki, membentuk, dan mempola siswa di lingkungan di mana ia tinggal.

Dalam Kamus Umum bahasa Indonesia, karakter ialah tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Semua karakter yang terdapat pada diri seseorang itu akan terwujud melalui sebuah media.

Dunia pendidikan salah satu media dalam membentuk karakter generasi bangsa, khususnya di usia SMP. Karena pendidikan sebagai suatu proses yang tak berkesudahan yang sangat menentukan karakter bangsa pada masa kini dan masa datang. Apakah suatu bangsa akan muncul sebagai bangsa pemenang, penakut, atau bangsa pecundang? Hal ini sangat tergantung pada kualitas pendidikan yang dapat membentuk karakter siswanya.

Program character building diaplikasikan dalam beberapa aktivitas game, diskusi, dan tahapan evaluasi. Materinya disesuaikan dengan indikator karakter yang dibutuhkan oleh siswa. Hasil pembelajaran pembentukan karakter akan dievaluasi dalam program pembiasaan dari ISMUBA (Islam Muhammadiyah dan B. Arab). Integrasi pembelajaran ini yang menjadi penting dalam mengetahui, menganalisis, sampai pada tahapan evaluasi yang akan menjadi benang merah pembelajaran berkelanjutan.

Sering dengan perjalanan dan perkembangan kebutuhan karakter siswa, program character building diintegrasikan dalam program Hizbul Wathan (HW). Hal ini dilatarbelakangi bahwa kedua program tersebut memiliki roh yang sama. Sama-sama mengedepankan pada pembentukan karakter. Dalam pembelajarannya, bentuk integrasi diaplikasikan dalam model-model permainan enjoy and fun, tanpa meninggalkan target dan visi pembelajaran.

Dalam menumbuhkan sikap responsibility, leadership, komunikatif, berjiwa pantang menyerah,bentuk-bentuk aktivitas, seperti jembatan Kehidupan, sand pond, gegana, natural meansurenment, tali temali, dapat membantu siswa menemukan sikap mental yang diinginkan.